Manfaat Lebih BPJS bagi Para Pekerja

kesehatan adalah hal yang paling berharga di dunia. jika tubuh tidak dalam kondisi yang sehat tentunya akan membuat kita sulit untuk bisa melakukan berbagai aktivitas. Walaupun setiap orang ingin selalu dalam kondisi yang sehat tetapi terkadang tubuh kita kerap kali drop karena kecapekan atau berbagai masalah yang menimpa. Hal ini yang kemudian kita terserang berbagai jenis penyakit. Oleh karenanya asuransi kesehatan sekarang ini menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dimiliki. Ada berbagai jenis asuransi kesehatan yang sekarang ini dimiliki baik oleh pemerintah maupun swasta. Anda bisa memilih salah satu diantaranya untuk bisa memiliki asuransi kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan maka Anda bisa lebih mudah dalam berobat dan mengklaim biaya kesehatan yang selama ini Anda keluarkan.

Salah satu kebijakan yang kemudian diambil oleh pemerintah adalah dengan membuat adanya BPJS atau Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang menggantikan PT Jamsostek. Badan ini mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari tahun 2014. Pada tanggal tersebut PT Jamsostek kemudian berubah menjadi iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut sesuai pada aturan yaitu Peraturan Perundang-undanga nomor 24 tahun 2011 yang berkaitan mengenai adanya penyelenggaraan prgram jaminan sosial yang ada di Indonesia. PT Askes juga berganti nama menjadi BPJS Kesehatan atau Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan. Dengan adanya perubahan tersebut kemudian juga mengubah berbagai kebijakan mengenai jaminan kesehatan yang ada di Indonesia.

15122015_073604_bpjs_ketenagakerjaan_4

BPJS ini sendiri dibuat untuk melindungi hak para pekerja yang ada di Indonesia. salah satu kebijakan yang ikut berubah adalah mengenai iuran yang harus dibayarkan. Selain itu juga jenis layanannya. Hal tersebur seharusnya dipahami sejak awal agar bisa pesertanya mengetahui secara jelas mengenai kewajiban dan juga hak dari mereka dari penggunaan asuransi tersebut atau BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum Anda mengetahui mengenai iurannya, maka terlebih dahulu Anda mengetahui mengenai program yang ada dengan cara mengecek saldo BPJS yang tentunya harus diketahui dengan benar. Berikut adalah beberapa program yang ada di dalam layanan tersebut :

  • Program berupa Jaminan Hari Tua atau JHT

Program ini merupakan salah satu dari program yang ada di BPJS dimana dasarnya adalah mempunyai tujuan berupa menjamin para pekerja dari berbagai jenis resiko sosial serta ekonomi dimana yang akan datang sewaktu-waktu, terumata pada saat para pekerja sudah memasuki usia tua atau masa pensiun mereka. peserta dari JHT sendiri adalah keseluruhan dari pekerja yang mana menerima upah (di luar dari penyelenggara negara) yang mana wajib jadi peserta dari JHT yaitu : seluruh dari pekerja yang mana bekerja di perusahaan (termasuk juga perseorangan), WNA yang mana bekerja di Indonesia yang masa kerjanya diatas dari enam bulan. Yang ada di luar kategori itu, maka akan masuk pada peserta dimana tidak menerima adanya upah msalnya saja para pengusaha, serta pekerja yang kemudian bekerja secara mandiri. JHT sendiri kemudian bisa diterima dengan tunai yang jumlahnya diakumulasi dari iuran tambahan dan juga dengan aanya hasil dari pengemabangan. Dana tersebut nantinya dicairkan bersama saat peserta sudah capai usia yaitu 56 tahun. atau juga pada saar pesertanya meninggal dunia atau juga mengalami cacat yang permanen serta kemudian berhenti bekerja.

Untuk iuran yang kemudian harus dibayarkan oleh para peserta maka jumlahnya akan bergantung dari apakah pekerja atau pemberi kerja. Keduanya memiliki porsi yang berbeda. Besar dari iurannya sendiri bagi yang menerima upah yaitu 5,7% yang berasal dari upah yang hendak diterimanya, kemudian porsi 2 % berasal dari adanya pekerja serta 3,7% asalnya dari para pemberi kerja. Sedangkan bagi peserta yang mana tidak menerima adanya upah, maka besaran dari iurannya dapat dipilih yang disesuaikan dengaan adanya daftar dari yang sudah ditetapkan dari BPJS Ketenagakerjaaan. Jika terlambat dalam membayar iuran tersebut maka dikenakan denda dengan besarnya adalah dua persen dari iuran yang sudah ditentukan bagi keterlambatan setiap bulannya. Pembayaran sendiri bisa dilakukan paling lama setiap tanggal lima belas setiap bulan.

  • Program berupa jaminan kecelakaan kerja atau JKK

Progam JKK tersebut akan melindungi para pekerja dari banyaknya resiko kecelakaan pada saat bekerja misalnya saja kecelakaan pada saat perjalanan dari rumah menuju tempat bekerja Anda dan juga resiko adanya penyakit yang mana dialami pada saat pengaruh dari adanya lingkungan kerja yang dimiliki. Iuran dari JKK sendiri adalah kewajiban dari para pemberi kerja. Sedangkan untuk klaimnya sendiri hanya berlaku maksimal yaitu dua tahun setelah adanya kecelakaan kerja yang menimpa para pekerja.

Unutk besaran dari iurannya sendiri akan dihutungkan didaarkan pada tingkat dari resiko dari lingkungan kerjanya, yang mana nila tersebut akan dilakukan evaluasi selama dua tahun sekali. Berikut merupakan besar dari iuran JKK bagi para peserta yang mana menerima upah :

    • Tingkat resiko yang sangat rendah dengan besaran iuran 0,24% dari upah pekerja selama sebulan
    • Tingkat resiko yang rendah dengan besaran iuran sebanyak 0,54% dari upah pekerja sebulan
    • Tingkat resiko yang sedang dengan besaran iuran 0,89% dari upah pekerja sebulan
    • Tingkat resiko yang tinggi dengan besaran iuran sebanyak 1,27% dari upah pekerja sebulan.
    • Tingkat resiko yang sangat tinggi dengan besaran iuran sebanyak 1,74% dari upah pekerja sebulan.
  • Program berupa Jaminan Kematian atau JKM

Progam ini akan berlaku bagi para peserta yang mana meninggal dunia bukan dikarenakan kecelakaan pada saat bekerja. Seperti jaminan kematian yang lainnya, program tersebut memang sudah diperuntukan bagi para ahli waris yang kemudian akan diberi dengan bentuk tunai jika para pesertanya meninggal dunia serta masih sedang aktid bekerja.

Iuran yang harus dibayarkan yaitu 0,30 persen dari gaji atau juga upah setiap bulannya serta enam ribu delapan ratus rupiah setiap bulannya untuk peserta yang mana tidak menerima adanya upah. Besar iuran tersebut kemudian nantinya dievaluasi berkala selama paling lambat setiap dua tahun sekali.

  • Jaminan pensiun

Program tersebut adalah program yang mana dibuat pemerintah untuk bisa menjamin adanya kehidupan layak untuk para pesera BPJS ketenagakerjaan yang kemudian pada masa penisun. Termasuk pada saat para peserra mengalami adanya cacat total atau juga meninggal dunia. jika adanya resiko tersebut maka manfaart program tersebut nantinya diberikan dengan bentuk dana pada para peserta atau juga pada para ahli waris mereka (jika adanya resiko kematian). Sama seperti JHT, para peserta dari program tersebut adalah para pekerja yang kemudian menerima upah dan juga para pekerja yang mana tidak akan menerima adanya upah.

Iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya sebesar 3% dari adanya upah setiap bulannya (2 persen akan dibayarkan dari para pemberi kerja serta 1 persennya akan dibayarkan oleh para pekerja).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *